Pemberian kapur pertanian pada saat pengolahan tanah atau persiapan lahan perkebunan dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian besar lahan pertanian di Indonesia, terlebih lahan perkebunan kelapa sawit yang merupakan tanah gambut, memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih asam karena berbagai faktor penyebab.

Faktor-faktor yang memicu terjadinya keasaman tanah diantara nya seperti; penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, debu batubara pada daerah sekitar pertambangan, pencucian dan dekomposisi bahan-bahan organik.

Pemberian Kapur Pertanian (KAPTAN) menjadi hal yang sangat penting bagi keberhasilan usaha  pertanian dan perkebunan, karena kondisi tanah pertanian atau lahan perkebunan yang memiliki derajat keasaman yang tinggi, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap produktivitas tanaman.

Fungsi kapur pertanian bagi lahan pertanian dan perkebunan yakni untuk menyeimbangkan atau menetralisir pH tanah dengan cara yang sederhana serta biaya yang murah.

Dengan mengaplikasikan KAPTAN saat pekerjaan olah tanah atau persiapan lahan perkebunan, diharapkan menghasilkan kondisi lahan pertanian maupun perkebunan yang ideal untuk pertumbuhan tanaman.

 

TENTANG KAPUR PERTANIAN

Kaptan atau kapur pertanian, adalah senyawa anorganik alamiah, memiliki rumus senyawa CaCO3, yang berasal dari batuan kapur yang telah diolah atau dihancurkan menjadi serbuk / tepung. Batuan Kapur sendiri berasal dari proses sedimentasi atau pengendapan kulit kerang atau biota laut yang berlangsung selama jutaan tahun yang lalu.

Cara kerja kapur pertanian sebagai berikut, unsur kalsium pada senyawa CaCO3 bersifat basa, sehingga apabila ditaburkan ke lahan pertanian yang tanah nya bersifat asam, maka unsur kalsium pada senyawa CaCO3 dapat mengikat / bereaksi dengan zat-zat pada tanah yang bersifat asam tersebut membentuk senyawa baru yang bersifat netral sehingga pada akhir nya menurunkan derajat keasaman tanah.

 

MANFAAT KAPUR PERTANIAN

Tanaman yang tumbuh pada tanah yang memiliki derajat keasaman yang kurang ideal, setelah diberikan kapur pertanian pada saat pekerjaan olah tanah, bisa meningkatkan produktivitas hasil panen.

Kapur pertanian juga memberi keuntungan yang lain bagi petani, termasuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia hingga 50%. Begitu juga dengan pemakaian pupuk-pupuk organik akan semakin terasa hasilnya.

Meskipun penggunaan kapur pertanian dapat meningkatkan kesuburan serta mengurangi keasaman tanah juga efisiensi penggunaan pupuk, namun pada kenyataan nya, kondisi masyarakat pertanian di Indonesia secara keseluruhan belum mengetahui dan menerapkan pada lahan pertanian nya.

Sebetulnya tidak hanya untuk lahan pertanian saja KAPTAN memiliki manfaat yang besar, pada  lahan tambak juga dapat merasakan keuntungan dari penggunaan kapur pertanian ini.

 

FUNGSI KAPUR PERTANIAN

Fungsi kapur pertanian juga sangat baik untuk tanaman kacang-kacangan seperti kedelai, kacang hijau, kacang tanah. Penggunaan KAPTAN dapat mempromosikan fiksasi nitrogen yang lebih baik, proses di mana bakteri yang hidup pada akar tanaman leguminose (Rizobium)  mengkonversi nitrogen yang ada di udara dapat digunakan langsung oleh tanaman.

Kapur pertanian juga meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman dalam berbagai cara. Tanaman yang tumbuh di tanah pada kadar pH yang tepat cenderung memiliki sistem perakaran lebih luas, kemampuan sistem akar serabut yang memungkinkan tanaman untuk menyerap berbagai nutrisi lebih efektif.

 

SIFAT, MANFAAT DAN KEUNGGULAN KAPUR PERTANIAN (KAPTAN) SECARA UMUM

 

Pada lahan Pertanian : meningkatkan pH tanah menjadi netral, meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah, menetralisir senyawa-senyawa beracun baik organik maupun non anorganik, merangsang populasi & aktivitas mikroorganisme tanah
Pada Tanaman : memacu pertumbuhan akar dan membentuk perakaran yang baik, membuat tanaman lebih hijau dan segar serta mempercepat pertumbuhan, meningkatkan produksi dan mutu hasil panen
Pada Tambak : mempertinggi pH pada tambak yang rendah, menyediakan kapur untuk ganti kulit, memberantas hama penyakit, mempercepat proses penguraian bahan organik, meningkatkan kelebihan gas asam arang (CO) yang dihasilkan oleh proses pembusukan
Pada Ikan & Udang : dengan kondisi air dan tanah yang baik akan mempercepat perkembangan ikan dan udang serta memudahkan reproduksi, meningkatkan produksi ikan dan udang

 

*diolah dari berbagai sumber