Feldspar

FELDSPAR

             Feldspar adalah nama kelompok mineral yang terdiri atas Kalium (potasium:K), Natrium(sodium:Na), dan kalsium alumino silikat. Pada umumnya kelompok mineral ini terbentuk oleh proses pneumatolistis dan hydrothermal yang membentuk urat pegmatite. Pegmatit hanya tersusun oleh alkali feldspar dan kuarsa.

Feldspar di temukan pada batuan beku, batuan erupsi, dan metamorfosa, baik yang bersifat asam maupun basa. Batuan granit mengandung 60% feldspar yang berasosiasi dengan kuarsa, mika khlorit, beryl, dan rutil, sedangkan pada batuan pegmatit berasosiasi dengan kuarsa, mika dan topaz.

Kegunaan Feldspar untuk industry

 

  1. Industri Keramik

Jenis feldspar yang di gunakan dalam industri keramik adalah orthoklas/mikrolin dan albit/plagioklas asam (natriumfeldspar). feldspar dalam bentuk plagioklas basa dengan kadar kalium tinggi tidak di pakai. Persyaratan untuk industri keramik berdasarkan standar nasional indonesia (SNI) adalah: SNI NO. 1145 – 1984.

 

  1. Industri Gelas

Dalam industri gelas terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi,  yaitu :

  1. Syarat kimia atau komposisi oksida (%)

– SiO2, antara 68,00 – 69,99%

– Al2O3, di atas 17%

– (K2O + Na2O), di atas 11%

– Fe2O3, antara 0,1 – 0,2%

 

  1. Syarat fisik

Ukuran butir: + 16 mesh, + 20 mesh – 1%, maksimum, – 100 mesh – 25%

 

  1. Industri Gelas Amber

– Kalium feldspar 99,5% berukuran – 20 mesh

 

– Fe2O3 (maksimum) = 0,05

– K2O lebih dari 10%

– Al2O3 lebih dari 18%. Silika bebas (maksimum             = 6%)

– CaO (maksimum) = 2%

 

  1. Industri Kaca Lembaran

 

– AlO3 lebih besar dari 18%

– Fe2O3 lebih kecil dari 0,8%

– K2O (alkali komponen) lebih besar 10%

 

  1. Sebagai bahan pengisi (fillter) di utamakan yang ukuran butirnya berkisar antara 200 mesh sampai 10 micron